PBMN, Ngruwat lan Nggugah Semangat Pelayanan

PBMN, Ngruwat lan Nggugah Semangat Pelayanan

Ketika para sedulur melihat foto kunjungan Mas Jaya, Koh San, Mas TonTir, dan Pak Beny, ke Mgr Harya, para sedulur mungkin akan bertanya-tanya, siapakah pria berbaju hitam yang duduk di sebelah Mgr. Harya? Beliau adalah Pak Budi, salah satu Dewan Pengurus Harian Paroki Somohitan. Saat itu, beliau sedang bertamu di rumah Mgr. Harya. Beliau tentu tidak tergabung dalam PBMN. Saya kebetulan kenal beliau.

Saya mencoba mengulik kesan Pak Budi tentang pengalaman kunjungan ke rumah Mgr. Harya. “Saya kebetulan sedang berada di sana untuk sebuah keperluan, ketika tiba-tiba para bapak datang berkunjung. Jujur, saya terenyak sekaligus kagum. Saya kemudian mengetahui, para bapak ini tergabung dalam Paseduluran Brayat Minulya Nusantara (PBMN), eks para frater, bruder, romo MSF korwil Solo.

Solo ke Turi, Sleman, itu bukan jarak yang dekat. Mereka rela menempuh perjalanan jauh, melintasi batas wilayah, demi satu tujuan mulia: bersilaturahmi dan menjumpai sedulur-sedulur dari PBMN Korwil DIY Kedu.

Melihat momen pertemuan tersebut, hati saya sungguh bergetar. Sebagai aktivis dari Paroki Somohitan, saya sering melihat berbagai acara keagamaan, tetapi atmosfer pertemuan malam itu terasa sangat berbeda. Ada rasa haru yang menyeruak ketika melihat jabat tangan erat dan tawa lepas yang langsung pecah dalam pertemuan itu. Tidak ada sekat, tidak ada rasa asing. Semuanya langsung melebur dalam rasa persaudaraan yang begitu kental.

Di dalam rumah Mas Harya, obrolan mengalir begitu saja—mulai dari sharing pelayanan, tantangan di wilayah masing-masing, hingga guyonan-guyonan segar yang menghidupkan suasana. Di situlah saya melihat esensi sejati dari sebuah paguyuban iman. Jarak geografis yang memisahkan Solo Raya dan DIY Kedu seolah menguap begitu saja, dikalahkan oleh besarnya rasa cinta kasih sebagai sesama anggota PBMN.

Pertemuan malam itu menjadi saksi hidup bagi saya bahwa PBMN bukan sekadar kelompok bapak-bapak yang berkumpul, melainkan sebuah gerakan hati. Kunjungan jauh-jauh dari Solo Raya ini adalah bukti nyata dari komitmen untuk saling menguatkan, “ngruwat”, dan “nggugah” semangat pelayanan di ladang Tuhan.
Maju terus PBMN Guyub rukun selalu, berkah Dalem!”

C. IsmulCokro

C. IsmulCokro (CB. Ismulyadi), tinggal Sleman. Pernah studi di Fak Teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (Fakultas Teologi Wedha Bhakti) dan Ilmu Religi Budaya USD. Sampai saat ini masih berkarya sebagai ASN. Giat dalam dunia penulisan sebagai writerpreneur, editor freelance, redaksi salah satu tabloid dan memotivasi berbagai kalangan yang akan berproses menulis dan menerbitkannya. Email: cokroismul@gmail.com. FB. Carolus ismulcokro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *