Harya Sumarta: Terima Kasih atas Kunjungannya
Terima kasih atas kunjungan pasedulurannya
Sejak kemarin malam, hati saya sudah dipenuhi rasa gembira sekaligus haru.
Mas Jaya memberi kabar bahwa saudara-saudara yang terhimpun dalam Paseduluran Brayat Minulya Nusantara (PBMN) Rayon Solo–Semarang akan melakukan perjalanan dengan sepeda motor menuju Yogyakarta. Mereka hendak mengunjungi saudara-saudara PBMN di Yogya dan sekitarnya. Ada delapan titik yang akan mereka datangi.
Mendengar kabar itu, entah mengapa hati saya terasa hangat dan bahagia. Sejak malam saya sudah berdoa: semoga perjalanan mereka lancar, dijauhkan dari segala marabahaya, dan semuanya tiba dalam keadaan sehat.
Hari ini, Selasa, 25 Agustus, sejak pagi saya menunggu di rumah di lereng Merapi.
Saya tahu mereka tidak hanya datang ke tempat saya. Masih ada beberapa saudara yang harus mereka kunjungi. Karena itu, saya tidak tahu persis kapan mereka akan tiba. Tetapi menunggu mereka terasa menyenangkan. Ada rasa bahagia ketika mengetahui bahwa ada saudara sedang menempuh perjalanan jauh untuk datang menemui kami.
Akhirnya, selepas pukul 18.00, mereka tiba.

Mereka adalah Mas Jaya dari Solo, Mas Bambang Madyantoro dari Solo, Mas Tono Tirto dari Kartosuro, dan Koh Sancahyo dari Semarang.
Mereka datang dengan sepeda motor, setelah menempuh perjalanan dan mengunjungi beberapa tempat. Wajah-wajah yang sudah lama saya kenal itu akhirnya kembali hadir di hadapan saya.
Kami pun duduk bersama. Obrolan mengalir begitu saja. Tentang kehidupan. Tentang kabar saudara-saudara yang lain. Tentang masa lalu yang ternyata masih begitu dekat dalam ingatan.
Kami pernah berjalan bersama dalam satu lorong kehidupan yang sama: hidup di Biara Nazareth. Pernah memiliki cita-cita yang sama, ingin mempersembahkan hidup sebagai imam MSF. Kami pernah berbagi doa, harapan, kegembiraan, pergulatan, bahkan keraguan.
Namun waktu membawa kami ke jalan yang berbeda.
Dalam perjalanan hidup, kami akhirnya memutuskan untuk meninggalkan biara dan menempuh jalan hidup masing-masing.
Tetapi malam ini saya seperti disadarkan kembali: meninggalkan biara ternyata tidak berarti meninggalkan persaudaraan.
Jalan hidup boleh berbeda. Tempat tinggal boleh berjauhan. Kesibukan dan waktu boleh membuat kami tidak selalu bertemu. Tetapi ada ikatan yang tidak mudah putus. Ikatan yang lahir dari pengalaman bersama, dari masa muda yang pernah kami jalani bersama, dari doa-doa yang pernah kami daraskan bersama, dan dari mimpi yang pernah kami perjuangkan bersama.
Malam ini saya merasakan semua itu kembali.
Kunjungan ini bagi saya bukan sekadar sebuah perjalanan touring. Ini adalah wujud nyata kepedulian dan kebersamaan para sedulur PBMN. Mereka hadir untuk menyapa, menemui, menguatkan, dan meneguhkan saudara-saudara yang dikunjungi.
Mungkin bagi yang datang, perjalanan ini adalah perjalanan beberapa jam dengan sepeda motor. Tetapi bagi saya yang dikunjungi, kedatangan itu merupakan sebuah hadiah yang sangat berarti: sebuah tanda bahwa masih ada saudara yang peduli, masih ada yang mengingat, masih ada yang bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir.
Semoga setiap kunjungan ini menumbuhkan semangat dan sukacita. Para sedulur yang dikunjungi semakin sehat, semakin kuat, dan senantiasa dipenuhi berkat Tuhan.
Karena kadang-kadang dalam perjalanan hidup, kita tidak membutuhkan banyak kata.
Cukup datang, duduk bersama, tertawa bersama, mengenang masa lalu, lalu pulang. Dari perjumpaan sederhana itu kita tahu bahwa diri kita tidak sendirian.
Malam ini, di lereng Merapi, saya kembali merasakan kehangatan sebuah keluarga yang pernah kami alami bersama.
Terima kasih, Mas Jaya.
Terima kasih, Mas Bambang.
Terima kasih, Mas Tono.
Terima kasih, Koh Sancahyo.
Terima kasih telah datang begitu jauh.
Terima kasih telah menyempatkan diri mengetuk pintu rumah saya.
Tetapi lebih dari itu, terima kasih karena telah mengetuk kembali pintu hati saya dan mengingatkan bahwa persaudaraan sejati tidak pernah mengenal jarak.
Kalian datang membawa kepedulian.
Kalian hadir membawa kebersamaan.
Dan kalian pulang meninggalkan kehangatan.
Semoga Tuhan menjaga perjalanan kalian dan memberkati setiap langkah para sedulur PBMN.
Semoga persaudaraan ini terus tumbuh, semakin erat, semakin hangat, dan semakin menjadi berkat bagi banyak orang.
Jayalah Terus PBMN ! 

Salam paseduluran



kurang wine salak e ki??
salam JMJ