MENURUT KAMU SIAPAKAH AKU INI?

MENURUT KAMU SIAPAKAH AKU INI?

RENUNGAN 26 SEPTEMBER 2025
Oleh ANSGARIUS HARI 45 WIJAYA

Yesus bertanya kepada kedua belas murid yang ikut berdoa bersama dengan-Nya pada suatu tempat “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” – “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” (Lukas 9: 18-22)


Siapakah pribadi yang paling berpengaruh dalam hidupmu? Jawaban atas pertanyaan ini pasti akan ada seribu satu macam. Pribadi Yesus Kristus yang kita Imani, belum tentu akan kita letakkan pada urutan pertama dari jawaban kita atas pertanyaan itu. Bisa jadi bahkan tidak terpikirkan sama sekali.
Yesus yang dalam doa kita sebut nama-Nya, kita mohon pertolongannya. Dalam perayaan Ekaristi kita yakini hadir dalam Sakramen Maha Kudus yang kita terima melalui komuni. Yang hadir melalui Roh Kudus, selalu membimbing arah hidup kita menuju kepada kebaikan, mungkin tidak kita benar-benar kita sadari dan rasakan pengaruhnya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Mari kita segarkan kembali pengetahuan iman kita, dengan merenungkan kisah yang dicatat di dalam Injil Lukas 29: 18-22 dan juga Injil Mat. 16:13-16, dan Markus 8:27-29.


Hanya Lukas yang menyebut bahwa Yesus sedang berdoa. Ia mungkin mengaitkan peristiwa ini dengan pemberian makanan kepada 5.000 orang ketika Yesus juga berdoa. Dengan demikian, ia menghadirkan pemberian makanan dan wahyu kepada Petrus sebagai jawaban terhadap doa. Relasi Yesus selalu berkomunikasi dengan Bapa-Nya melalui doa. (Luk 3:21; 6:12; 11:1; dsb.). Ini menunjukkan Yesus selalu berdoa sebelum banyak peristiwa penting dalam pelayanan-Nya. Ia jelas sedang berdoa secara pribadi, meskipun para murid ada bersama-Nya (lihat juga 11:1).


Lukas ingin menunjukkan Identitas Yesus dalam perikop ini. Yesus memfokuskan perhatian pada isu penting tentang identitas-Nya dengan pertanyaan-Nya. Ia ingin para murid memberitahukan siapa yang diyakini orang banyak tentang diri-Nya. Berarti peran apa yang diyakini orang-orang yang sedang laksanakan. Pertanyaan Yesus kepada para murid, tentang siapa Diri-Nya menurut orang banyak, jawabannya ada aneka macam. Engkau adalah Yohanes Pembabtis yang sudah mati karena dipenggal kepalanya oleh Herodes atas permintaan Herodias yang bangkit kembali. Engkau adalah Eliya, Engkau adalah nabi-nabi terdahulu yang bangkit Kembali.


Di lingkungan kita di Indonesia yang beragama Islam juga meyakini Yesus adalah salah seorang nabi utusan Allah. Namun semuanya itu adalah kata orang. Kata orang ini seringkali sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan kita. Saya sendiri mengalami dampaknya dalam waktu yang lama. Lingkungan keluarga dan masyarakat muslim dalam kehidupan saya membawa dampak pada waktu itu saya sulit mengakui Yesus sebagai Tuhan. Sampai tingkat III dalam studi di Seminari Tinggi saya masih mempercayai bahwa Yesus bukan Tuhan tetapi hanyalah salah satu nabi seperti yang diimani oleh saudara-saudara yang muslim. Pada hal saya sudah menapaki panggilan untuk menjadi seorang calon imam – seorang calon pastor yang akan ikut mengambil bagian dalam panggilan mewartakan Kerajaan Allah. Mewartakan Diri-Nya bahwa Dia adalah Allah yang menebus dosa manusia.


Pertanyaan personal yang ditujukan kepada para murid-Nya “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Dijawab oleh Petrus: “Engkau adalah Mesias dari Allah”. Jawaban Petrus merepresentasikan jawaban dari para murid. Dengan jawaban ini mereka menolak jawaban dari orang banyak yang tidak benar. Dan jawaban saudara kita orang muslim yang memandang Yesus hanya sampai pada level seorang nabi, meskipun nabi yang cukup punya pengaruh kepada umatnya.


Sebenarnya konsep Petrus tentang Mesias ketika ia membuat pengakuan iman ini bukan hanya berasal dari dirinya sendiri saja. Ketika Andreas pertama kali mengajaknya untuk datang dan melihat Yesus, Andreas merujuk kepada Yesus sebagai Mesias (Yoh. 1:41). Namun, sebagian besar orang Yahudi pada zamannya percaya bahwa Mesias akan menjadi keturunan Daud yang akan menggulingkan pemerintahan Romawi dan mendirikan kerajaan Tuhan di bumi. Mereka tidak memandang-Nya sebagai dewa. Matius mencatat pengakuan penuh Petrus termasuk, “Anak dari Allah yang hidup” (Mat. 16:16). Ini adalah pernyataan jelas tentang ketuhanan Yesus. Lukas tidak memasukkan frasa itu padahal itu akan menjelaskan apa yang dimaksud Petrus, karena ia tidak menganggapnya perlu karena gelar “Kristus” telah menjadi sinonim dengan Mesias ilahi di kalangan orang Yunani kepada siapa Lukas (dan Markus) menuliskan Injilnya (lihat juga 1 Yoh. 5:1). Dengan demikian, Lukas tampaknya menganggap bahwa para pembacanya akan memahami pengakuan Petrus tentang Yesus sebagai Mesias sebagai pengakuan tentang ketuhanan-Nya.

Kristus dalam bahasa Yunani berarti “ Yang diurapi”, dan dalam bahasa Ibrani kata itu sama dengan Mesias, sama dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Kedua sebutan itu baik Kristus maupun Mesias memiliki arti yang sama yaitu “Yang diurapi”. Maka dalam jawaban Petrus ini dia menggunakan sebutan yang efektif. Dia mengabaikan pandangan orang-orang yang menyebut siapa Yesus bagi mereka. Pandangan orang banyak itu tidak benar. Para murid yang diwakili Petrus ini memiliki pandangan mereka sendiri. Dalam Injil Mateus, Petrus memberikan pengakuan yang lebih lengkap: “ Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup (Mat 16:16).

Dengan demikian mereka mengakui bahwa Yesus hakekatnya, sifat dan kodrat-Nya satu dan setara dengan Allah yang kekal. Dengan kata lain, Engkau lebih dari sekadar nabi zaman dahulu yang telah bangkit, Engkau lebih dari sekadar Yohanes Pembaptis, Elia, dan Yeremia; Engkau adalah Mesias yang diurapi. Lebih dari itu, Engkau adalah Allah Putra. Ini sungguh pernyataan iman yang luar biasa. Dalam Injil Matius Yesus memuji jawaban Petrus bahwa Petrus adalah penerima wawasan yang diilhami ilahi dari Allah Bapa. Pada dasarnya Yesus berkata, “Petrus, engkau baru saja diberi oleh Bapa-Ku kebenaran tentang siapa Aku.” Sayang bahwa pernyataan Yesus tidak dilanjutkan dengan perintah : “Sekarang marilah kita pergi dan memberitakannya kepada dunia.”


Pada Injil Lukas di pasal 9 :21 Dan Yesus berpesan dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun, kata-Nya: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
Kalimat di atas memuat empat kata kerja, yaitu:

  • Menderita banyak hal.
  • Ditolak. Artinya, oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat; ini merujuk pada Mahkamah Agung Israel – Sanhedrin.
  • Dibunuh – dihukum mati.
  • Dibangkitkan – merujuk pada kebangkitan-Nya dari kematian.


    Dengan kata lain, Yesus sekarang mulai menyatakan kepada mereka bahwa Ia akan mengenakan mahkota, tetapi bukan mahkota emas, melainkan mahkota duri.
    Karena pemahaman mereka belum sungguh-sungguh utuh, yang mereka pahami dan inginkan adalah Yesus sebagai mesias yang memiliki kuasa politis dan duniawi – sama seperti orang-orang Yahudi bangsanya, maka Yesus melarang mereka untuk menyatakan kepada siapapun siapa Diri-Nya.

    Ini baru pemberitahuan tentang sengsara Yesus yang pertama. Pada waktunya akan disampaikan pemberitahuan tentang kesengsaraan yang harus ditanggungnya sampai genap 3 kali. Namun Para murid dan juga Petrus yang sudah menyatakan imannya kepada Yesus sedemikian rupa itu, tetap belum paham secara lengkap Siapa Yesus – sampai nanti mereka mendapat pencurahan Roh Kudus setelah kebangkitan-Nya.

    Tidak menjadi persoalan seperti apapun pemahaman kita akan pribadi Yesus. Pada nomor urut ke berapa kita menaruh pribadi Yesus diantara pribadi-pribadi yang sangat kita rasakan pengaruhnya dalam hidup kita – karena untuk mengenal pribadi Yesus dan menerima peran penting-Nya dalam hidup kita memerlukan kesetiaan – ketekunan – dan perjuangan seumur hidup.
    Pribadi Yesus yang ditulis dalam Kitab Suci Perjanjian baru, memudahkan kita untuk memahami Siapa Dia – tetapi bukan hanya dengan mengenalnya secara pengetahuan saja tetapi kita perlu sampai pada pengakuan iman secara personal dan mewujudkan dalam perilaku hidup sehari-hari bahwa ajaran Yesus Tuhan akan membawa kita kepada keselamatan dunia dan akherat.


    Tuhan berikanlah kekuatan kepada kami untuk terus mengenal-Mu secara pribadi dan mengikuti ajaran dan teladan-Mu dalam kehidupan sehari-hari. Supaya hidup kami mendatangkan rahmat keselamatan bagi hidup kami dan hidup sesama kami.
    Srengseng Sawah Jagakarsa, Jakarta Selatan

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *