Berani Berproses

Berani Berproses

Seorang murid melihat guru selesai bermeditasi. la menghampirinya dan berkata, “Sepertinya Anda seorang penuh dengan damai dan bijaksana. Dan, saya berharap sepanjang hari ini bisa belajar dengan cepat dan bersama dengan guru supaya segera mendapatkan banyak ilmu.”

“Terimakasih atas maksud baik Anda. Tetapi, saya berkata kepadamu kedamaian dan kebijaksanaan tidak muncul secara spontan. Lihatlah bejana tanah liat itu,” kata guru sambil meenunjuk pada keramik indah di sudut ruang. “Sebelum menjadi seperti yang kita lihat, keramik indah harus dibentuk sedemikian lama, dibakar, dihias sehingga menjadi menarik bagi banyak orang. Demikian juga diri kita. Hanya melalui keteguhan dan pengendalian, seseorang dapat menjadi mulia siapa pun dan apa pun adanya.”

Dengan penuh sukacita, murid itu membungkukkan badan, memberi hormat kepada gurunya. “Guru, sekarang saya telah menemukan cara untuk mendapatkan kedamaian dan kebijaksanaan.”***

Pilihlah seseorang untuk dicintai dan cintailah pilihan Anda itu.

– Anonim-

C. IsmulCokro

C. IsmulCokro (CB. Ismulyadi), tinggal Sleman. Pernah studi di Fak Teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (Fakultas Teologi Wedha Bhakti) dan Ilmu Religi Budaya USD. Sampai saat ini masih berkarya sebagai ASN. Giat dalam dunia penulisan sebagai writerpreneur, editor freelance, redaksi salah satu tabloid dan memotivasi berbagai kalangan yang akan berproses menulis dan menerbitkannya. Email: cokroismul@gmail.com. FB. Carolus ismulcokro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *