Menjadi Pribadi

Menjadi Pribadi

Seorang murid ragu-ragu dengan apa yang diajarkan guru. Ia memberanikan menemui dan mengajukan pertanyaan. “Guru, bagaimana saya tahu bahwa Guru adalah pribadi yang telah mengalami pencerahan?”

Guru menerima dan menyambut kehadiran muridnya secara terbuka. Dengan tenang, guru menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. “Aku mengetahui apa yang harus aku ketahui,” jawabnya. “Dan aku telah mengolah apa yang seharusnya telah aku olah. Aku telah meninggalkan apa yang seharusnya telah aku tinggalkan. Dan aku juga telah mengendalikan diriku untuk menyongsong keraguanmu kepadaku. Semoga keraguanmu itu membawamu untuk semakin menjadi dirimu.”

Murid tertegun mendengar jawaban gurunya. Ia merasa bersukacita, guru memahami dirinya. Tampaknya, ia semakin mantab untuk mengikuti ajaran gurunya.***

Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya

– Sayidina Ali-

C. IsmulCokro

C. IsmulCokro (CB. Ismulyadi), tinggal Sleman. Pernah studi di Fak Teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (Fakultas Teologi Wedha Bhakti) dan Ilmu Religi Budaya USD. Sampai saat ini masih berkarya sebagai ASN. Giat dalam dunia penulisan sebagai writerpreneur, editor freelance, redaksi salah satu tabloid dan memotivasi berbagai kalangan yang akan berproses menulis dan menerbitkannya. Email: cokroismul@gmail.com. FB. Carolus ismulcokro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *