Bertobat Untuk Masuk Surga
Renungan Harian
Kamis, 2 Oktober 2025
Oleh : FX Widyanto Setiawan Wijaya
”Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 18 : 3).
Salam sejahtera saudara-saudari pembaca sekalian,
Beberapa waktu akhir-akhir ini tersebar kabar di medsos penculikan anak di berbagai belahan dunia. Modus operandi penculikan anak kebanyakan mempergunakan modus penculik mengaku disuruh menjemput si anak oleh ibu calon korban. Modus itu dilakukan karena kebanyakan orang tahu bahwa anak kecil itu hatinya polos dan tidak memiliki prasangka buruk atau kecurigaan terhadap setiap orang yang ditemui.
Untuk menangkal modus tersebut pada sekolah-sekolah TK dan SD di China dilakukan pengajaran kepada anak-anak untuk tidak mau mengikuti ajakan orang tak dikenal sekalipun orang tersebut mengaku disuruh ibu atau sanak saudara lainnya. Juga diajarkan untuk menolak setiap pemberian makanan, minuman, snack atau permen dari orang yang tak dikenal. Pengajaran ini terpaksa dilakukan, walaupun mencabik-cabik kepolosan dan ketulusan anak, untuk mengamankan si anak dari tindak pidana penculikan.
Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus bersabda,”Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 18 : 3). Sifat anak yang dimaksud dalam ayat ini adalah ketulusan, kepolosan, kejujuran, keterbukaan, tidak ada kepura-puraan, tidak ada prasangka buruk, menganggap kawan pada setiap orang, keceriaan, sukacita tanpa beban, tidak punya kekhawatiran dan masih banyak lagi sifat positif dari sosok anak kecil. Sifat-sifat positif itu dapat tergeser oleh pengajaran-pengajaran dan oleh pengalaman si anak bersama orang tua, sanak saudara, guru, teman-teman dan masyarakat sekitarnya, sehingga ketika dewasa nanti sifat dan karakternya dapat berubah drastis.
Rupanya Tuhan Yesus mengenal sifat dan karakter masyarakat di sekitar-Nya waktu itu yang telah jauh berubah dari sifat ketulusan sosok anak kecil. Lalu Tuhan Yesus mengingatkan kepada mereka itu dan kepada kita semua pembaca sekalian yang mungkin sifat dan karakter kita sudah berubah bentuk yang sangat jauh dari sifat-sifat ketulusan. Jikalau kita tidak bertobat meninggalkan sifat-sifat kita yang penuh dengan kebohongan, kemunafikan, kepura-puraan, tipu muslihat, iri dengki, keserakahan, kebencian, fitnah, dan kembali kepada ketulusan sebagaimana ketulusan sosok anak kecil, kita tidak akan dapat masuk Kerajaan Surga.
Marilah saudara-saudariku pembaca sekalian, kita berbenah diri, bertobat, meninggalkan sifat-sifat buruk kita dan kembali kepada ketulusan sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan.
Berkah Dalem Gusti.
Oleh : FX Widyanto Setiawan Wijaya

