Adakah Malaikat Pelindung?
Oleh Paul Subiyanto
Saya punya pengalaman masa kecil yang saya “titeni”: Mengapa orang yang menyakiti aku sehingga aku sangat merasa terluka dan tak berdaya akhirnya orang tersebut celaka dengan sendirinya? Ini berulang- ulang. Sampai akhirnya saya ketemu “Orang pintar” yang mendalami kawruh kejawen”, dan ia menjelaskan apa yang saya alami dari perspektif Kejawen. Menurut keyakinan ini, setiap anak dijaga oleh roh leluhur yang memiliki weton ( hari lahir) yang sama, maka pada hari weton dibuatkan sesaji yang namanya Mongmong, untuk Roh Pemomong. Selanjutnya, dalam kasus saya, dari penerawangannya, Pemomong saya itu sosoknya gagah gede duwur, wataknya ” kodo”, temperamental dan protektif akan melindungi saya dalam kondisi apa pun kalau perlu dengan balas menyakiti orang yang mengganggu saya. Sampai sini walaupun tidak rasional tetapi make sense kan ?
Saya ingin mengeksplorasi fenomena yang saya alami ini dari perspektif Katolik, khususnya ajaran tentang Malaikat Pelindung.
- Keberadaan Malaikat Pelindung
Gereja Katolik mengajarkan bahwa setiap orang memiliki malaikat pelindung yang ditugaskan oleh Allah.
Dasarnya ada dalam Kitab Suci:
Mazmur 91:11: “Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.”
Matius 18:10: Yesus berkata, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”
- Peran Malaikat Pelindung
Malaikat pelindung bukan hanya simbol, melainkan makhluk rohani nyata. Tugas mereka antara lain:
Perlindungan: menjaga kita dari bahaya fisik maupun rohani.
Bimbingan: menginspirasi pikiran baik, keputusan yang benar, dan membantu kita memilih kehendak Allah.
Doa syafaat: mereka berdoa bagi kita di hadapan Allah.
Pendampingan: menyertai kita sepanjang hidup, terutama saat pencobaan dan kesulitan.
- Tradisi Katolik & Para Santo
St. Hieronimus berkata: “Martabat jiwa begitu besar sehingga setiap orang memiliki malaikat pelindung sejak lahir.”
St. Thomas Aquinas menjelaskan bahwa setiap orang, baik yang sudah dibaptis maupun belum, memiliki malaikat pelindung.
Gereja merayakan Pesta Malaikat Pelindung setiap 2 Oktober, setelah Pesta Malaikat Agung (29 September).
- Katekismus Gereja Katolik (KGK)
Gereja mengajarkan secara resmi:
KGK 336: “Sejak awal hingga kematian, hidup manusia dikelilingi oleh penjagaan dan doa syafaat malaikat. Di sisi setiap orang beriman berdiri seorang malaikat sebagai pelindung dan gembala yang menuntun dia kepada kehidupan.”
- Devosi kepada Malaikat Pelindung
Umat Katolik dianjurkan untuk:
Berdoa kepada malaikat pelindungnya demi perlindungan dan bimbingan.
Bersyukur kepada Allah atas karunia malaikat pelindung.
Hidup dengan kesadaran bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian.
Doa sederhana dan tradisional adalah Doa Malaikat Pelindung:
“Malaikat Allah, pelindungku,
yang oleh kasih Allah ditugaskan kepadaku,
senantiasa hari ini dampingi aku,_
terangi, lindungi, tuntun, dan bimbinglah aku. Amin.”_

