Arti Kekuasaan Bagi Murid Yesus

Arti Kekuasaan Bagi Murid Yesus

Oleh: Thomas Suhardjono

Renungan Harian

Sabtu, 4 Oktober 2025:

Ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Luk 10:17-20)

Sebenarnya kekuasaan itu sudah diberikan Tuhan kepada manusia sejak penciptaan. “Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (Kej 1:28). “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas” (Kej 2:16). Manusia berkuasa atas semua ciptaan yang lain: binatang, tumbuh-tumbuhan, benda-benda hidup dan mati yang ada di bumi. Jadi, masih kurang apa? Yang kurang adalah rasa syukur dan sukacita atas kekuasaan yang sudah diberikan itu.

Seringkali kekuasaan dikaitkan dengan siapa yang memegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi tertentu. Dia akan dengan leluasa dan bisa sewenang-wenang memerintah bawahannya. Sedangkan mereka yang tidak memiliki jabatan apa pun tidak merasa harus melakukan sesuatu, kecuali diperintah oleh atasannya. Itukah kekuasaan? Hanya milik para pejabat tinggi? Hanya milik boss, tidak dimiliki oleh para buruh atau karyawan biasa?

BERKUASA MENGEMBANGKAN TALENTA

Yesus membuat perumpamaan tentang Tuan Tanah yang memberikan lima talenta, dua talenta dan satu talenta kepada hamba-hambanya. Mereka yang dipuji adalah yang mengembangkan talentanya menjadi dua kali lipatnya. Mereka yang dikutuk adalah yang menyembunyikan talentanya (Mat 25:15). Mungkin ini yang dimaksudkan Yesus dengan kekuasaan yang diberikan kepada manusia, ada berbagai macam, ada berbagai peran. Apabila setiap peran dimainkan sebagaimana mestinya, setiap talenta dikembangkan, maka akan tercipta kebahagiaan di dunia. Di dalam gereja ada pastor, ada misdinar, ada koster, ada prodiakon, ada lektor, ada koor, dan ada Umatnya. Di dalam keluarga ada ayah, ada ibu, ada kakak, ada adik. Lengkaplah gereja atau keluarga tersebut dan berkembang sebagaimana mestinya. Mengembangkan talenta dimungkinkan dalam rasa syukur, karena telah diberi kekuasaan, syukur karena telah diikut-sertakan dalam proses penciptaan dan penyelamatan manusia.

Rasa syukur dan sukacita dalam perikop ini dihubungkan dengan “namamu ada terdaftar di Surga”. Hal ini bukan pertama kali diucapkan Yesus. Namun di dalam Perjanjian Lama sudah menjadi percakapan umum. Kitab Daniel sudah menuliskan, “setiap orang yang didapati namanya tertulis dalam kitab itu, akan terluput” (Dan 12:2). Konteksnya perwahyuan tentang kedatangan akhir zaman, pengadilan terhadap semua orang yang hidup dan yang mati.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Daniel, siapa saja yang tercatat. Mereka adalah orang-orang yang bijaksana, dan mereka yang menuntun banyak orang kepada kebenaran. Tidak hanya mementingkan dirinya sendiri saja, melainkan juga mengajak orang lain untuk melakukan apa yang sudah diperolehnya sendiri, yakni kebenaran ilahi. Bahkan mengajak seluruh ciptaan lain: hewan dan tumbuhan, untuk berkembang baik adanya, sebagai saudara dan saudari St Fransiskus Asisi.

Marilah berdoa,

Allah Bapa yang mahakuasa,

Engkau memberikan kami kekuasaan untuk mengelola bumi, untuk mengembangkan talenta kami.

Dampingilah kami dengan Roh KudusMu, agar kami mampu memanfaatkan kekuasaan kami dengan penuh syukur, mengambil peran yang tepat dimana pun kami berada.

Semoga kami mampu mengajak sebanyak mungkin orang untuk mengasihi sesamanya, mengasihi ciptaan lain dan alam semesta, agar mencapai kepenuhan kebahagiaan dalam hidup bersama.

Demi Yesus Kristus, Tuhan dan penyelamat kami. Amin.

Thom Hardjono

Pemerhati pendidikan, keluarga, hidup rohani, humaniora dan hidup bermasyarakat. 100% Katolik 100% Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *