Iman Tidak Bisa Diukur
Renungan Harian Minggu 5 Oktober 2025
Oleh Paul Subiyanto
Bacaan: Lukas 17: 5-10
Ringkasan : para murid minta agar Yesus menambahkan iman kepada mereka. Tetapi jawaban Yesus justru berupa dua perumpamaan: 1. Perumpamaan : iman sebiji sesawi punya kekuatan tak terhingga. 2. Hamba yang melayani tanpa batas kepada tuannya.
Pertama, para murid mungkin berpikir iman itu semacam daya kekuatan (kesaktian) yang bisa ditransfer dari guru ke murid. Yesus mau mengoreksi pemahaman yang keliru ini melalui perumpamaan iman seumpama biji sesawi (sangat kecil), tapi memiliki kekuatan yang dahsyat. Artinya, iman tidak bisa diukur besar kecil hanya melalui tampilan- tampilan saleh. Orang yang rajin berdoa, beribadah, aktif di gereja tidak jaminan imannya besar. Demikian juga seorang ahli kitab suci, teologi, lihai berkotbah pun tidak otomatis imannya kuat. Komponen iman yg utama adalah kesetiaan dan kepasrahan kepada penyelenggaraan ilahi. Apa pun yang terjadi pada hidupnya, ia percaya Allah punya maksud baik kepadanya.
Ada cerita tentang iman yang inspiratif : seorang pendaki terjatuh dari tebing namun beruntung tangannya berhasil memegang akar pohon sementara di bawah jurang dengan batu batu cadas menghadang. Tangan mulai ngilu, sampai kapan bisa bertahan. Mulailah ia berdoa sambil merintih, “Tuhan, tolonglah aku, selamatkan aku.” Dalam keheningan, terdengarlah sayup-sayup suara : “Anak-Ku, Aku akan menolongmu maka lepaskan tanganmu dari akar itu! ” Pendaki itu harus berani melepaskan satu-satunya gantungan hidupnya.
Perumpamaan 2 tidak secara langsung menyinggung iman, melainkan pentingnya melayani tanpa pamrih, bersikap seperti hamba yang memang tidak berhak untuk dapat pujian atau ucapan terimakasih dari tuannya. Sekarang era digital, banyak orang melakukan kebaikan lalu sengaja diviralkan entah dengan tujuan finansial (monetisasi) atau tujuan politis, meraup suara. Tak jarang aktivis gereja akhirnya “mutung” karena kecewa atau konflik dengan sesama aktivis. Orang mengejar pengakuan melalui aktivitas di gereja atau masyarakat. Yesus menghendaki para murid-Nya agar memiliki iman yang tangguh sekaligus melayani tanpa pamrih.
Doa:
Tuhan, biarlah dengan iman apa adanya ini aku mencoba berbakti pada-Mu agar Engkau sendiri yang berkarya melalui aku. Jauhkan dari godaan untuk mendapatkan pujian, kemegahan karena pekerjaan dan perbuatanku. Biarlah aku terus menghayati AMDG — ad majorem deo gratias . Amin

