HIDUP DALAM KESADARAN
Catatan untuk Alm. Romo Albertus Tan Thian Sing, MSF
Paulus Subiyanto*
Sangat beruntung saya bisa mengalami penggemblengan rohani dibawah asuhan suhu yang humble dan ugahari, Romo Albertus Tan Thian Sing, MSF ( panggilan akrabnya Romo Sing) selama novisiat di Wisma Betlehem, Salatiga kurun waktu 1984-1985. Banyak kenangan, tapi yang paling bernilai, ” pemaksaan” selama setahun belajar hidup dengan kesadaran ( awareness) melalui buku harian. ” Fokus pada perasaan, bukan pikiran! ” Itu coretan yang paling sering di buku harianku. Awalnya memang tidak mengerti apa maksudnya. Membedakan mana pikiran dan mana perasaan ternyata tidak gampang. “Perasaan itu sesuatu yang nyata, beda dari pikiran yang bisa dikarang-karang”, kira- kira begitu penjelasannya. Satu tahun bergelut dengan awareness, semakin terasa justru setelah hidup di tengah dunia dengan berbagai tantangan dan godaan. Awareness menjadi terjemahan konkret nasehat Sang Guru, ” Berjaga- jagalah.! ” Sadar akan apa yang sedang saya rasakan ( emosi) , yang saya pikirkan ( kognitif) , dan saya lakukan ( behavior) membuat hidup kita selalu berada pada right track, kesadaran yang bisa mentranseden hidup ini bahwa ada Sang Maha Pengatur yang sangat dekat dengan diri kita.
Hari ini Romo Sing telah menghadap Bapa,dibebaskan dari sakit dan bahagia abadi bersama Para Kudus
*Dr.Paulus Subiyanto , M. Hum
- Dosen Politeknik Negeri Bali
- Owner Multi- Q School
- Penulis

