ASKESTISME, KONTEMPLASI DAN SLOW LIVING

ASKESTISME, KONTEMPLASI DAN SLOW LIVING

Dalam kazanah olah spiritual dikenal istilah ” asketisme” dan ” kontemplasi”, khususnya dalam kehidupan para rahib biarawan ( pertapa) , juga biksu. Sekarang ada tren orang- orang biasa menjalani hidup sehari- hari biasa di tengah masyarakat tetapi dengan cara luar biasw- Slow Living! 

Asketisme? 

Asketisme adalah gaya hidup atau praktik spiritual yang menekankan pengendalian diri, kesederhanaan, dan penyangkalan terhadap kenikmatan duniawi demi mencapai tujuan rohani atau moral yang lebih tinggi.

Intinya, asketisme melibatkan:

-Menahan hawa nafsu

-Hidup sederhana

-Disiplin diri yang ketat

Contohnya bisa berupa puasa, hidup tanpa kemewahan, atau menyepi untuk doa dan meditasi. Praktik ini banyak ditemukan dalam agama Kristen, Buddha, Hindu, dan tradisi filsafat tertentu.

Singkatnya, asketisme adalah usaha untuk “melatih diri” agar tidak diperbudak oleh keinginan duniawi.

Kontemplasi? 

Kontemplasi adalah kegiatan merenung secara mendalam dan tenang untuk memahami makna, kebenaran, atau kehadiran Ilahi. Ini bukan sekadar berpikir, tetapi memusatkan batin secara hening dan penuh perhatian.

Ciri utama kontemplasi:

-Dilakukan dalam keheningan

-Penuh kesadaran dan kedalaman batin

+Bertujuan mencapai pemahaman rohani atau kebijaksanaan

Singkatnya, kontemplasi adalah doa hening atau permenungan batin yang intim untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan memahami kehidupan.

Slow Living? 

Slow living adalah gaya hidup yang menekankan hidup lebih tenang, sadar, dan bermakna, dengan cara memperlambat ritme hidup agar tidak dikuasai oleh kesibukan dan tekanan.

Intinya meliputi:

-Menjalani hari dengan penuh kesadaran (mindfulness)

-Mengutamakan kualitas daripada kecepatan

-Mengurangi distraksi dan kesibukan yang tidak perlu

Tujuannya bukan bermalas-malasan, tetapi hidup lebih terarah, damai, dan selaras dengan nilai-nilai hidup 

Tampaknya Asketisme dan Kontemplasi merupakan komponen atau metode bagi orang yang terpanggil mengikuti jalan hidup Slow Living di tengah masyarakat.

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

One thought on “ASKESTISME, KONTEMPLASI DAN SLOW LIVING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *