Roh Tuhan Mengurapi Kita
Oleh M. Unggul Prabowo
Renungan Harian, Kamis 8 Januari 2026
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku.” (Lukas 4:18a)
Saudari saudara, sahabat-sahabat Yesus yang terkasih,
Hari ini kita mendengarkan injil Lukas 4:14–22a yang mengisahkan awal karya Yesus di Galilea. Ia kembali dengan kuasa Roh Kudus, mengajar di rumah-rumah ibadat, dan dipuji banyak orang. Puncaknya terjadi di Nazaret, kampung halaman-Nya. Di sinagoga, Yesus berdiri, membaca Kitab Nabi Yesaya, lalu berkata tegas: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
Yesus tidak sekadar membaca Kitab Suci. Ia menyatakan identitas dan perutusan-Nya. Ia adalah Mesias yang diurapi Roh Tuhan untuk membawa kabar baik kepada orang miskin, pembebasan bagi yang tertawan, penglihatan bagi yang buta, dan kelepasan bagi yang tertindas. Dengan kata lain, Yesus datang untuk memulihkan hidup manusia secara utuh.
Menariknya, semua ini dinyatakan Yesus di tempat ibadat, di hadapan orang-orang yang mengenal-Nya sejak kecil. Mereka kagum, tetapi juga mulai bertanya-tanya. Dari sini kita belajar bahwa karya Allah sering justru paling menantang ketika terjadi di lingkungan yang sudah merasa “paling mengenal”.
Bagi kita hari ini, Injil ini adalah undangan sekaligus tantangan. Sebagai orang yang telah dibaptis, kita pun diurapi oleh Roh Kudus. Kita dipanggil bukan hanya untuk mendengar firman, tetapi menghidupinya dalam tindakan nyata. Kabar baik harus menjelma dalam kepedulian kepada yang kecil, keberanian membela kebenaran, dan kesediaan menghadirkan harapan di tengah situasi yang gelap.
Yesus juga mengingatkan bahwa firman Allah bukan janji kosong. Firman itu “genap” ketika diterima dengan iman dan diwujudkan dalam hidup sehari-hari. Gereja dan setiap orang beriman dipanggil menjadi tanda bahwa karya pembebasan Allah masih berlangsung hingga hari ini.
Menjadi tantangan kita adalah :
Apakah kehadiran kita membawa penghiburan atau justru beban bagi sesama? Apakah hidup kita sungguh memancarkan Roh Tuhan yang membebaskan?
Doa : † Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur atas Putra-Mu, Yesus Kristus, yang diurapi oleh Roh Kudus untuk membawa kabar keselamatan. Bukalah hati kami agar firman-Mu tidak hanya kami dengar, tetapi kami hidupi dalam sikap dan tindakan nyata. Urapi kami dengan Roh-Mu, agar kami berani membawa kabar baik, membela yang lemah, dan menghadirkan harapan di tengah dunia yang terluka. Kami mohon semua ini demi Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin. †

