Devosi kepada Hati Yesus Yang Maha Kudus
Devosi kepada Hati Yesus Yang Maha Kudus berakar pada pengalaman mistik Santa Margareta Maria Alacoque, seorang biarawati Visitandine di Paray-le-Monial, Prancis, yang menerima penampakan-penampakan Hati Kudus Yesus pada abad ke-17. Melalui penampakan tersebut, Tuhan Yesus mengungkapkan kasih-Nya yang tak terbatas kepada umat manusia serta mengajak setiap orang untuk menanggapi kasih itu dengan iman, pertobatan, dan hidup yang semakin menyerupai hati-Nya.
Agar devosi ini dipahami secara benar oleh Gereja, Tuhan menghadirkan Romo Jean (John) Croiset, S.J., seorang imam Yesuit yang menjadi pembimbing rohani Santa Margareta Maria. Berkat kebijaksanaan dan ketajaman teologinya, Romo Croiset merumuskan, menjelaskan, serta menyebarluaskan Devosi kepada Hati Kudus Yesus melalui buku klasiknya Devosi kepada Hati Kudus Yesus. Karyanya menjadi salah satu landasan penting bagi berkembangnya devosi ini di seluruh Gereja.
Selain doa-doa yang telah dikenal luas, terdapat pula bentuk devosi yang menggunakan untaian doa menyerupai rosario. Bentuknya mirip dengan Rosario Bunda Maria, namun memiliki susunan yang berbeda. Jika Rosario Bunda Maria terdiri atas puluhan doa dalam setiap peristiwa, untaian doa Devosi kepada Hati Yesus menggunakan 33 butir, yang melambangkan 33 tahun kehidupan Tuhan Yesus di dunia. Dalam setiap rangkaiannya terdapat enam butir doa, sebagai bagian dari pola pendarasan yang disusun untuk membantu umat merenungkan kasih Hati Yesus.
Berikut ini adalah tata cara pendarasan doa Devosi kepada Hati Yesus Yang Maha Kudus sebagaimana dirumuskan oleh Romo Jean (John) Croiset, S.J.
† Tanda Salib
Marilah berdoa : Ya Tuhan Yesus, aku mengasihi Engkau, yang telah mengalami penderitaan dan pergulatan di Taman Getsemani. Kini Engkau tetap hadir dalam Sakramen Mahakudus, namun masih sering diabaikan, dilupakan, dan dinodai oleh sikap tidak hormat serta ketidak-bersyukuran manusia. Curahkanlah kasih-Mu kepada kami dan ajarlah kami untuk semakin mengasihi Engkau. Sebab hanya Engkaulah Yang Kudus, hanya Engkaulah Tuhan, hanya Engkaulah Yang Mahatinggi, ya Yesus Kristus. Amin.
Doa Jiwa Kristus
Jiwa Kristus, kuduskanlah kami.
Tubuh Kristus, selamatkanlah kami.
Darah Kristus, sucikanlah kami.
Air lambung Kristus, basuhlah kami.
Sengsara Kristus, kuatkanlah kami.
Yesus yang murah hati, luluskanlah kami.
Dalam luka-luka-Mu, sembunyikanlah kami.
Jangan kami dipisahkan dari-Mu, Tuhan.
Terhadap seteru yang curang,
lindungilah kami.
Di waktu ajal, terimalah kami.
Supaya bersama para kudus
kami memuji Engkau
untuk selama-lamanya. Amin.
- (1 Butir) Bapa Kami
- (3 butir) Salam Maria 3x
- (1 Butir) Kemuliaan
- Peristiwa Pertama { Yesus Memasuki Kota Yerusalem
Kita mengenangkan Yesus yang memasuki Kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai. Ia datang sebagai Raja Damai, lemah lembut dan rendah hati. Orang banyak menyambut Dia sambil berseru, “Hosana bagi Putra Daud! Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.”
- (6 Butir) 6x : Tuhan Yesus, kami menyembah Hati Kudus-Mu. Penuhilah hati kami dengan api kasih ilahi yang bernyala dalam Hati Kudus-Mu, agar hidup kami semakin menyerupai hati-Mu yang lembut dan murah hati.
Penutup Rangkaian : Tuhan Yesus, yang lembut dan murah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Kobarkanlah dalam hati kami api kasih-Mu, supaya kami mampu mengasihi Allah dan sesama dengan setia hingga akhir. Amin.
- Peristiwa Kedua : Yesus Berdoa di Taman Getsemani
Kita mengenangkan Yesus yang berdoa di Taman Getsemani. Dalam pergulatan menjelang sengsara-Nya, Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Ia mengajak para murid-Nya untuk berjaga dan berdoa bersama-Nya, agar mereka tidak jatuh ke dalam pencobaan.
- 6x : Tuhan Yesus, Kami menyembah Hati KudusMu. Penuhilah …
- Penutup rangkaian : Tuhan Yesus, yang lembut dan murah hati ….
- Peristiwa Ketiga : Yesus Menampakkan Diri kepada Murid-Murid di Emaus
Kita mengenangkan Yesus yang berjalan bersama dua murid menuju Emaus. Ia membuka pikiran mereka untuk memahami Kitab Suci sehingga hati mereka berkobar-kobar. Mereka mengenali Dia ketika Ia memecah-mecahkan roti.
- 6x : Tuhan Yesus, Kami menyembah Hati KudusMu. Penuhilah …
- Penutup rangkaian : Tuhan Yesus, yang lembut dan murah hati ….
- Peristiwa Keempat : Yesus Tinggal Bersama Kita dalam Sakramen Mahakudus
Kita mengenangkan Yesus yang tetap tinggal bersama Gereja-Nya dalam Sakramen Mahakudus. Dalam Ekaristi, Kristus sungguh hadir secara nyata: Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keallahan-Nya. Ia disemayamkan di dalam tabernakel dan senantiasa hadir untuk disembah dalam Adorasi Ekaristi.
- 6x : Tuhan Yesus, Kami menyembah Hati KudusMu. Penuhilah ….
- Penutup rangkaian : Tuhan Yesus, yang lembut dan murah hati ….
- Peristiwa Kelima : Hati Kudus Yesus
Kita mengenangkan Hati Kudus Yesus sebagai lambang kasih Allah yang dinyatakan secara sempurna dalam diri Putra-Nya. Dari Hati-Nya yang tertikam memancar kasih, belas kasih, dan kerahiman bagi seluruh umat manusia. Kepada Hati Kudus Yesus kita menyerahkan hidup, keluarga, dan seluruh Gereja, agar semakin setia kepada-Nya.
- 6x : Tuhan Yesus, Kami menyembah Hati KudusMu. Penuhilah …
- Penutup rangkaian : Tuhan Yesus, yang lembut dan murah hati ….
Doa kepada Hati Kudus Yesus
Ya Tuhan Yesus, Engkau mengaruniakan Hati Kudus-Mu kepada umat manusia melalui Sakramen Mahakudus demi keselamatan kami. Semoga kurban kasih-Mu tidak menjadi sia-sia karena dosa dan kelalaian kami. Dengarkanlah doa kami. Kasihanilah kami dan ampunilah segala dosa kami.
Kami rindu menghormati dan menyembah Engkau dalam Sakramen Mahakudus. Semoga pikiran, perkataan, dan perbuatan kami selalu memuliakan nama-Mu. Kami bersyukur dan memuji Engkau sepanjang hidup kami.
Kami berduka atas sikap tidak hormat, ketidakpedulian, dan ketidaksyukuran manusia terhadap kasih-Mu. Panggillah kami kembali kepada Hati-Mu dan teguhkanlah kami dalam persekutuan dengan Gereja-Mu.
Kepada-Mu kami mempersembahkan hati kami sebagai silih atas segala dosa. Singkirkanlah dari dalam hati kami segala sesuatu yang tidak berkenan kepada-Mu. Bentuklah hati kami menurut kehendak-Mu dan penuhilah kami dengan perasaan serta kasih yang ada dalam Hati-Mu sendiri.
Melalui Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, dekatkanlah kami kepada Hati Kudus-Mu. Jadilah perlindungan kami pada saat kematian, agar kami diperkenankan memuji dan memuliakan kasih ilahi yang berkobar dalam Hati Kudus-Mu bagi keselamatan dunia, kini dan sepanjang segala abad. Amin.

