Ajari Kami Berdoa

Ajari Kami Berdoa

Renungan Harian

Rabu, 8 Oktober 2025

Oleh: CB. Ismulyadi

Injil Lukas 11:1-13

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.“

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,  sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya ituganti ikan? Atau, jika Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Renungan

Bacaan Injil diawali dengan dua adegan yang sangat menarik. Adegan pertama, Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Dia ditunjukkan sebagai pribadi yang fasih berdoa, Adegan lain, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa.” Suatu ungkapan  yang menunjukkan kegalauan mereka dalam berdoa, meskipun telah lama bersama-sama dengan Yesus.

Barangkali apa yang dialami para murid, juga terjadi dengan diri kita. Ketika kita diminta untuk memimpin doa, tak jarang kita mengelak, menolak dan bahkan mengatakan, “Saya tidak bisa berdoa.”

Kisah antara Yesus dengan para murid masih dapat kita renungkan. Dengan memohon agar Yesus mengajar para murid berdoa, maka sebetulnya ada disposisi batin yang luar biasa. Para murid menerima dan membuka diri atas sapaan dan ajaran  Yesus kepada mereka. Bukankah sikap siap dan terbuka para murid menjadi sesuatu yang sangat dasariah dalam sikap doa. Bukan sekadar meminta, menuntut apalagi memaksa kehendak kita.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan kembali pengalaman doa kita, mengingatkan kita untuk terus meningkatkan kualitas doa kita. Apakah kualitas doa Anda makin hari makin meningkat atau Anda justru makin kehilangan gairah dalam berdoa?***

Doa Tuhan ajarlah kami berdoa

C. IsmulCokro

C. IsmulCokro (CB. Ismulyadi), tinggal Sleman. Pernah studi di Fak Teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (Fakultas Teologi Wedha Bhakti) dan Ilmu Religi Budaya USD. Sampai saat ini masih berkarya sebagai ASN. Giat dalam dunia penulisan sebagai writerpreneur, editor freelance, redaksi salah satu tabloid dan memotivasi berbagai kalangan yang akan berproses menulis dan menerbitkannya. Email: cokroismul@gmail.com. FB. Carolus ismulcokro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *