Mintalah Dengan Jelas
Renungan Harian
Kamis, 9 Oktober 2025
Oleh : FX Widyanto Setiawan Wijaya
Bacaan : Mal 3:13-4:2a; Luk. 11:5-13
Salam sejahtera saudara-saudari pembaca sekalian,
Alkisah ada dua orang kakek penjual es lilin di kawasan wisata air terjun Gerojogan Sewu yang tingginya 81 meter, Tawangmangu, Jawa Tengah. Dua orang kakek tersebut meniti 1250 anak tangga sambil memikul barang dagangannya ke bawah menuju lokasi kaki air terjun. Walaupun sedikit terengah-engah, dua kakek tersebut masih kuat mencapai lokasi kaki air terjun, di mana mereka menjajakan minuman dagangannya. Ketika sore hari saatnya mereka pulang, dua kakek tersebut kembali meniti 1250 anak tangga menuju ke atas, menuju pintu keluar kawasan.
Setelah beberapa langkah, nampaknya kedua kakek tersebut merasa langkahnya begitu berat karena menaiki anak tangga, berbeda dengan berangkatnya menuruni anak tangga. Kakek pertama berhenti pada anak tangga ke-50 dan berdiam diri di sana sambal istirahat, sedangkan kakek kedua melanjutkan perjalanan hingga anak tangga ke-100. Kakek kedua berteriak minta tolong kepada setiap orang yang lewat. Ada seorang pemuda yang baru saja masuk lokasi wisata meniti anak tangga turun menuju lokasi kaki air terjun. Ketika mendengar si kakek berteriak minta tolong, sang pemuda langsung saja bergegas membantu mengangkat barang dagangan si kakek menuruni anak tangga.
Si kakek berteriak kepada sang pemuda, “Jangan dibawa turun, saya mau naik.” Namun sang pemuda tidak mendengar teriakan si kakek dan terus membawanya hingga anak tangga ke-50 dan meletakkan barang bawaan tersebut di sana. Si kakek mengejarnya hingga ke tempat itu. Di sana bertemulah kedua kakek tersebut sambil bergumam dan mengumpat.
Kakek pertama berkata,”Dari tadi aku berdiri di sini tak seorangpun mau menolongku.” Jawab kakek kedua, ”Pantas, engkau diam saja dan tidak mau membuka mulut minta tolong, siapa yang tahu kalau engkau memerlukan pertolongan.”
Lalu kakek kedua berkata,”Aku berteriak minta tolong, dan seorang pemuda menghampiriku dan menolong membawa barang daganganku, tapi dia membawanya ke bawah, sedangkan aku mau ke atas.” Jawab kakek pertama,”Engkau minta tolong, tetapi kurang detail permintaanmu, sehingga pertolongan orang tidak tepat sasaran.”
Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus bersabda, ”Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapatkan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Lukas 11 : 9). Sabda ini mengingatkan kita pada alkisah kedua kakek di atas. Ketika kita tidak mau minta tolong, maka tidak ada pertolongan yang datang. Bahkan ketika kita minta tolong, tetapi permintaan kita tidak jelas atau tidak detail, maka pertolongan bisa tidak tepat sasaran.
Memang, ‘minta’ itu butuh keberanian menyingkirkan rasa malu dalam diri kita. Terkadang kita merasa sombong dan gengsi untuk minta pertolongan. Kebanyakan orang lebih suka memberi dari pada meminta. Tuhan Yesus hari ini mengingatkan kita untuk menyadari bahwa kita hidup sebagai makluk sosial dalam komunitas atau masyarakat akan saling ketergantungan satu sama lain, tidak dapat hidup sendiri secara individualis. Saling peduli atas dasar saling mengasihi hendaknya menjadi jalan hidup kita sehari-sehari.
Tuhan pun mengasihi kita dengan membuka diri, ”Mintalah, maka kamu akan diberi”. Hal ini menunjukkan bahwa hendaklah kita melibatkan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari dan melibatkan sesama manusia dalam peziarahan hidup kita, serta mau terlibat dalam kehidupan sesama kita
Berkah Dalem Gusti.

