HADAPI KERAPUHAN, SONGSONG NATAL YANG TIDAK BIASA-BIASA SAJA

HADAPI KERAPUHAN, SONGSONG NATAL YANG TIDAK BIASA-BIASA SAJA

Penulis : Y. Haryanto

Renungan Harian : Senin, 22 Desember 2025
Hari Biasa Khusus Adven

Injil Lukas 1:46-56

  1. Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, 47. dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 48. sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 49. karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan namaNya adalah kudus. 50. Dan rahmatNya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 51. Ia memperlihatkan kuasaNya dengan perbuatan tanganNya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 52. Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah ; 53. Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 54. Ia menolong Israel, hambaNya, karena Ia mengingat rahmatNya, 55. seperti yang dijanjikanNya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya. ” 56. Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. (Lukas 1:46-56)

RENUNGAN:

Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan memberkati kita semua !

Perayaan Natal makin dekat, tinggal beberapa hari lagi. Untuk sebagian orang, mendesaknya waktu persiapan perayaan Natal terasa menegangkan. Mereka yang terlibat dalam kepanitiaan perayaan Natal di gereja dalam rangka liturgi sibuk mengupayakan persiapan terbaik. Demikian pula yang terjadi dalam kepanitiaan perayaan Natal bersama, perayaan Natal Lingkungan, Wilayah, atau Stasi, semua mengalami ketegangan dalam upaya melakukan hal-hal yang terbaik. Tak ketinggalan, lingkup keluarga juga ambil bagian dalam gerak persiapan perayaan Natal: mengupayakan hal-hal yang terbaik.

Perayaan Natal bagi banyak orang dikaitkan dengan suasana pesta: liturgi dan perayaan yang semarak, paduan suara bagus, mengenakan seragam keren, acara meriah, musik gembira, pakaian bagus, banyak makanan dan minuman dihidangkan, liburan keluarga yang menggembirakan diadakan.

Maksud baik tak selalu berjalan dan berhasil baik. Ada sejumlah kendala: keterbatasan dana,, keterbatasan kemampuan, keterbatasan sarana, keterbatasan sifat/karakter orang. Tak selalu kita hadapi aneka kendala itu dengan bijak. Tidak jarang maksud baik itu dalam proses pencapaiannya diboncengi hal-hal yang tidak menyenangkan: tidak bersemangat atau tak bergairah, patah semangat, gampang tersinggung, patah arang (“mutung”), sombong, merendahkan orang/kelompok lain, iri, dengki, mengejar puji-pujian. Hal-hal tidak menyenangkan itu lahir dari kerapuhan pribadi kita. Baik jika kita akui keberadaannya, dan kita berupaya mengatasinya dengan baik dan bermutu. Bagaimana caranya ? Salah satu upaya saya usulkan: mendalami dan merenungkan Injil hari ini, Kidung Magnificat Lukas 1:46-56 guna beroleh pesan pencerahan untuk mengatasi persoalan kita.

Untuk memahami kidung pujian Maria yang populer dengan sebutan “Magnificat” (Bhs.Latin yg berarti : Muliakanlah) , kita perlu melihat latar belakangnya:
1). pewartaan Malaikat Gabriel kpd perawan Maria bahwa ia akan mengandung Yesus, Juruselamat kita.(Luk.1:26-38).
2). Kunjungan Maria ke Elisabeth, bunda Yohanes Pembaptis. Sewaktu Elisabeth mendengar salam dari Maria, bayi dalam kandungannya(Yohanes Pembaptis) melonjak kegirangan. Dipenuhi Roh Kudus Elisabeth memuji Maria (Luk.1:39-45).

Sebagai tanggapan atas pewartaan Malaikat Gabriel serta sukacita dan pujian Elisabeth, Maria melambungkan Kidung Pujian “Magnificat”.

Dalam kesempatan ini kita tidak akan membahas ” Magnificat ” secara menyeluruh, melainkan fokus pada dua pesan pokok dari kidung itu, yakni:

  1. Memuliakan Tuhan

Atas anugerah dan Rahmat Allah kepada dirinya (dipilih menjadi Ibu Tuhan Yesus, dimampukan untuk menjawab ya /taat atas kehendak Allah itu, mendapat jaminan akan naungan kuasa Allah, dipuji oleh Elisabeth) Maria penuh sukacita dan syukur memuliakan Allah. Kepada Elisabeth, yang memujinya, dengan rendah hati Maria bersaksi : Allahlah sumber anugerah dan Rahmat. Pujian Elisabeth tidak membuat Maria bermegah diri, tetapi menjadi pijakan untuk memuliakan Allah dan bersukacita.

Dalam masa persiapan perayaan Natal ini kita semua diundang meneladani Bunda Maria: memuliakan Allah atas semua anugerah dan RahmatNya yang juga kita terima. Kita lakukan hal itu dengan penuh sukacita, syukur, dan rendah hati.

  1. Mengimani Allah itu Juruselamat yang Mahakuasa, Kudus, Penuh Kasih Karunia (Rahmat)

Perawan Maria saat menerima kabar sukacita sudah bertunangan dengan Yusuf. Bagaimana mempertanggungjawabkan kehamilannya atas campur tangan Allah itu kepada Yusuf tunangannya ? Bagaimana nanti menghadapi stigma dari masyarakat ? Mengandalkan diri sendiri tentulah tidak mungkin. Apa yang bisa diandalkan dari seorang perawan jelata berusia 14-an tahun asal Nazaret dalam menghadapi persoalan menakutkan itu ?

Syukur pada Allah “Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya” (Luk.1:48). Perawan Maria yang berstatus sosial rendah dengan rendah hati menempatkan diri di hadapan Allah dan mengakui sebagai hambaNya. Selaku hamba siap sedia melaksanakan kehendak Allah dengan taat dan penyerahan diri yang tulus. Dengan rendah hati, taat, penuh penyerahan diri perawan Maria mengimani Allah itu Juruselamat yang Mahakuasa, Kudus, dan “rahmatNya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia” (Luk.1:50).

Dalam mempersiapkan perayaan Natal, kiranya kesibukan lahiriah saja tidak cukup. Kita perlu menjalani laku batin belajar makin kuat mengimani Allah itu Juruselamat kita yang Mahakuasa, Kudus, dan penuh kasih karunia (Rahmat), sebagaimana diimani oleh Perawan Maria.

Dengan mohon rahmat bantuan Allah, kita berkehendak untuk belajar makin baik: memuliakan Allah dan mengimaniNya sebagai Juruselamat kita yang Mahakuasa, kudus, penuh kasih karunia. Jika hal ini terwujud, penghayatan perayaan Natal kita tidak akan biasa-biasa saja.

Rahmat Allah dicurahkan bagi kita semua. Amin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *