TANPA KOMPROMI TERHADAP BUJUKAN SETAN

TANPA KOMPROMI TERHADAP BUJUKAN SETAN

Oleh FA Adihendro

Renungan Hari Selasa, 13 Januari 2026

Bacaan Injil: Markus 1:21b-28

“Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya” (Mrk 1:27b)

Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,

Barangkali Anda telah melihat film KUASA GELAP, yang tayang di layar lebar sekitar awal Oktober 2024, yang dibintangi antara lain Lukman Sardi, Astrid Tiar, Jerome Kurnia, Lea Ciarachel, dan Freya JKT48. Film itu terinspirasi dari kisah nyata eksorsisme ajaran Katolik, yang terjadi di satu Gereja di daerah Semarang. Film tersebut cukup laris dan berhasil meraih penonton 1.467.141 penonton. Dalam film itu dikisahkan ternyata mengusir setan yang mengendap dalam diri seseorang tidak semudah membalikkan tangan. Mereka penuh perjuangan dan pergulatan mati hidup, meskipun sudah menyebut “Dalam nama Yesus!” dan menggunakan benda-benda suci.  Akhir cerita, pastor yang memang mendapatkan mandat dari pihak Keuskupan untuk mengusir setan (eksorsisme), bisa melepaskan gadis yang selalu diikuti kuasa gelap sejak dia bermain-main di makam.

Saudara-saudari terkasih,

Bacaan Injil pada hari ini juga mengisahkan pengusiran setan oleh Yesus. Suatu ketika pada hari Sabat Yesus masuk ke Rumah Ibadat di Kapernaum untuk mengajar. Di sana ada seorang yang sedang kerasukan roh jahat. Menurut hukum Taurat, pada hari Sabat orang tidak boleh melakukan kegiatan apa-apa, apalagi mengusir roh jahat. Tetapi Yesus melakukannya itu untuk menunjukkan bahwa Yesus mempunyai kuasa termasuk mengajar bahkan mengusir setan. Kuasa itu datang dari Roh Kudus yang ada pada Yesus, yang berasal dari Bapa. Kuasa-kuasa itu kelak diwariskan kepada para Rasul-Nya dan kepada para murid-murid-Nya, hingga sampai saat ini ada beberapa imam dan rohaniwan mendapatkan mandat dari Gereja untuk melakukan esksorsisme. Bedanya, apabila Yesus melakukan pengusiran setan dengan kuasa Roh Kudus yang ada dalam Diri-Nya, sedangkan para penerus-Nya mengusir setan “dalam nama Yesus!”

Yang perlu kita sadari, menurut saya ada dua hal: pertama, setan itu bersifat kekal.Dari jaman Yesus hingga saat ini masih sama: selalu menggoda manusia, ingin tinggal di dalam manusia agar bisa dikuasainya. Kedua, menghadapi setan yang selalu ingin mengganggu kita tidak ada kata kompromi; tidak perlu proses tawar-menawar. Perintah Yesus tegas, “Diam, dan keluarlah dari padanya!” kepada setan, roh jahat, yang hinggap pada orang itu.

Saudara-saudari,

Terus terang kita kadangkala tidak bisa tegas, tanpa kompromi, terhadap godaan setan. Kita sering mengadakan negosiasi, “Ah, orang lain juga berbuat sama!” atau “Ini ‘kan hanya dosa kecil saja!”. Dll. Kompromi-kompromi semacam itu itu kalau dibiarkan bertumpuk akan berubah kadarnya seakan-akan perbuatan jahat itu bukan suatu  dosa. Hanya suatu kebiasaaan, yang akhirnya akan mendapatkan pembenaran (rasionalisasi). Maka, marilah kita berdoa agar kita kuat dan mampu untuk melakukan pembedaan mana yang baik dan yang jahat.

Doa:

Allah Bapa, yang maha sempurna,

berilah kami penerangan akal budi agar mampu melihat perbuatan-perbuatan kami dengan jernih.Buatlah kami, dengan kuasa Roh Kudus-Mu, bisa dengan tegas menolak segala bujuk rayu setan, yang selalu mengintai kelemahan kami. Permohonan ini kami sampaikan ke Hadirat-Mu, dengan Perantaraan Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

FA Adihendro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *