PERUMPAMAAN TENTANG BENIH YANG TUMBUH DAN PERUMPAMAAN TENTANG BIJI SESAWI.
ANSGARIUS HARI 45 WIJAYA
MARKUS 4: 26-34
RENUNGAN JUMAT, 30 JANUARI 2026
Bacaan hari ini mengisahkan pengajaran Yesus kepada para murid-Nya melalui perumpamaan tentang benih yang tumbuh dan biji sesawi. Dalam karya Yesus sesudah dibaptis Ia sudah mempersiapkan mental para murid melalui pengajaran itu. Para murid kelak akan menghadapi berbagai tantangan dalam mewartakan Kerajaan Allah, sama seperti yang dihadapi Yesus dalam Masyarakat Yahudi.
Bisa jadi para murid berpikir bahwa Kerajaan Allah akan datang dengan membawa kehebatan –kekuatan kuasa yang tampak dalam kemuliaan. Maka mengikuti Yesus berarti dekat dengan kekuasaan juga. Tahap demi tahap Yesus dalam pewartaan-Nya memberikan penjelasan dengan berbagai contoh dan pengajaran. Perumpamaan yang berlatar belakang dari kehidupan pertanian itu mestinya tidak terlalu sulit dapat mereka tangkap. Kisah ini adalah kisah yang sederhana dalam lingkungan kehidupan mereka. Meskipun banyak diantara para murid berasal dari kalangan nelayan.
Benih yang tumbuh memberikan gambaran kepada mereka. Bahwa Kerajaan Allah itu tidak tergantung pada mereka pertumbuhannya. Pertumbuhan Kerajaan Allah semata-mata tergantung kepada kekuasaan Tuhan. Tugas mereka hanya seperti petani yang menabur. Saat mereka tidak menyadari benih yang mereka tabur akan tumbuh dengan sendirinya karena kuasa Allah. Mereka boleh ikut serta aktif melakukan perawatan dengan memberikan pupuk, menyiangi rumput yang menghalangi pertumbuhan benih, menyiram, dan menunggu sampai kemudian memanen. Itu sesuatu yang alamiah yang akan terjadi demikian. Tetapi mereka tidak berkuasa menentukan hasilnya. Hasil panenan diluar kuasa mereka. Itu ranah Tuhan yang punya kuasa. Mereka harus bersabar menunggu – tekun berusaha sampai saat panen tiba. Tidak perlu berkecil hati jika ternyata kemudian belum berhasil atau bahkan gagal.
Perumpamaan kedua adalah biji sesawi yang sangat kecil. Tetapi ternyata mempunyai daya tumbuh luar biasa. Tumbuh menjadi pohon besar sehingga menjadi sarang banyak burung yang datang padanya. Yesus mengetahui kekuatan dan jumlah para murid saat itu sangat terbatas. Mereka orang-orang sederhana tidak memiliki pengaruh dan kuasa di tengah-tengah masyarakatnya. Namun demikian kelak dikemudian hari apabila mereka setia kepada Yesus dan terus mengikuti bimbingan-Nya mereka akan menjadi besar seperti pohon sesawi yang digambarkan dalam kisah ini.
Saat ini visi dari kedua kisah itu sudah menjadi kenyataan. Kerajaan Allah dalam wujud Gereja. Orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Kepada ajaran cinta kasih yang diwartakan Yesus sudah tumbuh menjadi sangat besar jumlah pengikutnya. Jika dihitung dalam jumlah jiwa sudah mencapai 2,3 M sampai 2,6 Milyar sekitar 28 % -32 % penduduk dunia, tentu saja terdiri dari berbagai bangsa.
Tantangan hidup gereja selalu ada. Tetapi Allah yang memiliki kuasa selalu lebih kuat dari berbagai tantangan dan cobaan yang menghadangnya. Umat beriman pengikut Yesus boleh saja kadang merasa berkecil hati, kuatir, hampir putus asa oleh berbagai macam persoalan dunia.
Namun demikian kedua kisah ini sudah semestinya menjadi cermin atau energi yang memberikan kekuatan untuk terus bertahan. Rendah hati, sabar, setia. Tekun dan ulet dalam berusaha. Perkembangan Kerajaan Allah dalam kehidupan memerlukan proses dan waktu. Tidak instan seperti perkembangan berbagai hal pada zaman sekarang. Banyak hal tampak gampang dan instan. Tidak memerlukan proses dalam waktu yang lama. Untuk menghindari proses yang berkualitas membentuk pribadi manusia kadang diperlukan intervensi kekuasaan dan manipulasi. Tentu usaha-usaha yang demikian bertentangan dengan yang disampaikan dalam inti pesan bacaan hari ini.
Hari ini diteguhkan kepada kita agar sebagai umat beriman kita tidak mengabaikan hal-hal sederhana, sebaliknya tekun dan setia mengembangkan sikap dan tindakan sederhana menuju kehidupan yang lebih berkualitas bukan hanya bagi diri sendiri tetapi bagi kebaikan bersama lebih banyak orang tanpa memadang SARA. Kerajaan Allah yang mendatangkan kebaikan – adalah Kerajaan yang akan berdampak bagi umat manusia seluruhnya. Tuhan akan memberikan berkat dan kekuatan bagi siapa saja yang melakukan hal ini dalam kehidupan mereka.
Doa. Allah yang Maha Kasih. Berikan kekuatan kepada kami untuk selalu setia, rendah hati dan mengupayakan kebaikan bagi semua orang dengan mengikuti kehendak-Mu dalam hidup kami. Amin.
Jakarta, 20 Januari 2026

