Tiga Tuntutan Menjadi Murid Yesus
Oleh Andre Sumariyatmo
Renungan Kamis,19 Februari 2026
Injil Lukas 9 : 22 – 25
Yesus berkata kepada mereka semua “Jika seseorang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari, dan mengikuti Aku” (ayat 23).
Ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
Kemarin di hari Rabu Abu kita sebagai umat katolik menerima abu sebagai penanda ajakan untuk pertobatan, pembaruan hidup rohani dengan menjalankan pantang dan puasa. Tuhan Yesus dalam Injil Lukas hari ini mengingatkan dan menuntut karakter murid-murid Kristus. Ada 3 (tiga) karakter yang perlu dihayati dan dikembangkan dalam hidup ini.
Pertama menyangkal diri. Makna menyangkal diri menunjukkan bahwa kita melepaskan egoisme, kepentingan diri sendiri. Aku rela meninggalkan, melepaskan kesukaanku demi mencintai Tuhan. Contoh uang saku harian yang biasanya dibelikan rokok aku berikan kepada orang miskin yang lebih membutuhkan untuk membeli makanan.
Kedua memikul salib setiap hari. Di sini ditekankan dalam hidup sehari-hari kita siap berkorban tanpa mengeluh kesah. Kita tetap percaya Tuhan hadir dan akan membebaskan beban-beban hidup meskipun tidak tahu kapan terwujudnya. Contoh seorang ibu yang menderita penyakit kanker. Dia bisa menerima penyakitnya yang berat dan hatinya tetap damai dan bersuka cita.
Ketiga mengikuti Tuhan Yesus. Mengikuti maksudnya berusaha meneladani hidup Yesus yang bertindak murah hati dan berbelas kasih. Yesus mengorbankan diri sehabis-habisnya sampai dibunuh di salib demi mengalahkan maut dan dosa.
Tiga karakter murid Yesus ini sangat berat dan tidak mudah dijalankan. Namun Tuhan memberikan rahmat yang besar bagi siapapun yang percaya kepadanya dan mau setia mengikuti teladan-Nya dalam mendahulukan kemuliaan Tuhan dan mementingkan untuk sesama. “Siapa saja yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi siapa yang kehilangan nyawanya katena Aku, ia akan menyelamatkan nyawanya” (ayat 24).
Marilah saudara-saudari terkasih, selama masa Prapaskah ini kita wujudkan tiga karakter murid Yesus ini sebagai ungkapan pertobatan kita. Amin. Tuhan memberkati.
Doa : Tuhan Yesus Kristus, kami mengakui di jaman yang serba moderen ini betapa sukarnya kami setia dalam menjalankan kehendak-Mu untuk mendahulukan kemuliaan Tuhan dan kepentingan sesama. Semoga Roh Kudus menuntun kami untuk mampu mengontrol diri agar kami tidak egois dan semakin peka berbela rasa menolong sesama. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta Pusat.

