Melayani Tuhan Dengan Rendah Hati
Renungan Harian,
Sabtu , 23 Agustus 2025
on bel
Oleh Yohanes Haryanto Mardi
“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan” (Mat. 23:12)
Di dalam kegiatan pelayanan ada godaan untuk mencari pujian. Kegiatan yang semula terarah untuk kebaikan dan kesejahteraan orang lain (berpusat pada orang lain) tak terasa bergeser menjadi berpusat pada diri sendiri: mencari pujian dan hormat orang-orang lain untuk diri kita sendiri.
Jika tidak waspada kita bisa “kebablasan” : melakukan semua pekerjaan semata-mata “supaya dilihat orang”. Kita menjadi sibuk melulu mencari pujian, menjadi gila hormat. Dan bencana pun terjadi menimpa diri kita: kita terseret arus ambisi meninggikan diri, menjadi congkak, memegahkan diri, sombong, tinggi hati. Dan “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan”. Tidak butuh waktu lama : jika kita sombong, akan segera jatuh dipermalukan.
Untuk mengatasi godaan mencari pujian, dan menghindari bencana dipermalukan lantaran kesombongan, kita perlu bersikap rendah hati. Dalam sudut pandang orang beriman, rendah hati pertama-tama berarti taat kepada Tuhan. Tuhanlah yang memanggil dan mengutusku untuk mengerjakan pelayanan tertentu. KepadaNya aku taat, melaksanakan tugas pelayanan dengan tekun bukan untuk mencari pujian, melainkan untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Bersikap rendah hati juga mencakup menempatkan diri di bawah, bersikap sebagai pelayan Tuhan dan sesama. Dalam bahasa Inggris rendah hati itu “humble”. Secara etimologis berasal dari bahasa Latin: “humilis” yang berarti rendah atau di tanah. Dan yang berada di tanah disebut “humus” itu komponen penyubur. Sikap rendah hati yang berarti taat pada kehendak Tuhan dan mengambil sikap sebagai pelayan merupakan sikap dasar orang beriman, tanah subur bagi tumbuhnya keutamaan-keutamaan lainnya. Bila kita hayati, itulah yang membuat Tuhan berkenan, kita dan orang-orang yang kita layani senang, saat itu juga kita semua “ditinggikan”. Kita menjadi berharga dan dimuliakan.
Ya Tuhan, mampukan kami melayani Engkau dan umatMu dengan rendah hati. Amin (*)

