Tuhan Jangan Campakkan Kami
Renungan Harian
Minggu, 24 Agustus 2025
Oleh Andre Sumariyatmo
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. (Luk 13:22-30)
Dalam menjalani hidup sebagai orang beriman, apalagi mengaku sebagai orang katolik, sering kita merasa yakin dan mantab karena sudah menerima sakramen permandian (baptis) dan penguatan (krisma) maka Tuhan akan memberikan keselamatan kekal di Surga. Betulkah keyakinan ini? Apakah sudah ada jaminan kelak kita akan bahagia bersama para kudus di Surga? Yakinkah kita dengan berdoa rosario, novena atau mengikuti misa, Tuhan memberikan rahmat keselamatan kekal? Masing-masing kita terpanggil untuk memurnikan, memperbaiki dalam hidup sebagai orang beriman.
Pesan Injil minggu ini diawali dengan pertanyaan yang simpel : Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan? Tuhan Yesus tidak menjawab sedikit atau banyak. Tuhan justru mengingatkan kepada kita : “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” Ada dua pesan Tuhan yang perlu kita refleksikan dan wujudkan dalam kehidupan ini.
Pertama ialah berjuanglah. Berjuang dimaknai adanya keseriusan, dinamika aktif, tidak seenaknya, tidak memandang remeh, perlu berkorban, butuh pembaruan hidup yang lebih baik, bersedia mengorekai diri bila telah membuat kesalahan atau dosa. Singkatnya hidup kita berkenan di hadapan Allah, hidup kita ini menampakkan kasih dan kebaikan Allah.
Kedua ialah masuk melalui pintu yang sesak. Dalam Tahun Yubelium 2025 ini kita semua diajak merenungkan tentang Porta Sancta artinya Tuhan Yesus dilambangkan sebagai Pintu Suci. Siapapun yang mau mendapatkan rahmat hidup kekal maka dia harus melalui Tuhan Yesus. Ini tidak mudah. Mengapa? Sebab banyak orang berharap mendapatkan keselamatan. Kesannya ada rebutan, desak-desakan, persaingan, rivalitas untuk bisa lolos masuk lewat pintu yang sesak. Pokoknya saya harus dikenal Yesus. Tuhan akan membukakan pintu kalau kita sudah dikenal Tuhan. Sebaliknya Tuhan tidak akan membukakan pintu karena tidak jelas identitasnya dan juga karena telah melakukan kejahatan atau dosa yang menolak bimbingan Roh Kudus.
Kita harus bersyukur dan bersuka cita karena telah dipersatukan dengan Yesus Kristus melalui Sakramen Baptis dan Penguatan. Persatuan dengan Tuhan berarti kita merasakan kehadiran dan kebaikan Allah dalam hidup kita. Hal ini hendaknya memberikan semangat untuk mewujudkan hidup yang baik, melakukan permenungan doa hening untuk mengambil keputusan yang benar sesuai bimbingan Roh Kudus dan berupaya terus menerus menolak perbuatan jahat yang dapat menjauhkan kita dari kasih dan rahmat Allah. Dengan demikian kita tidak termasuk kelompok orang-orang yang dicampakkan Tuhan sehingga mengalami kesengsaraan yang abadi. Kita berharap lolos masuk melalui Pintu Suci dan mendapatkan rahmat kehidupan kekal di Surga. Amin. Tuhan memberkati.(*)

