Menyepi Untuk Berdoa
Renungan Harian
Selasa, 9 September 2025
Oleh : Y. Haryanto
“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah”(Luk.6:12)
Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, hari ini kita dipanggil Tuhan Yesus untuk mengikutiNya sebagai pendoa: “pergi ke bukit” untuk berdoa kepada Allah, dan berdoa “semalam-malaman”.
Tuhan Yesus pergi ke bukit, menyepi, menyendiri, pergi ke tempat yang sunyi, tempat hening untuk berdoa kepada Allah secara pribadi. Tuhan Yesus mengkhususkan waktu dan memilih tempat yang tepat bagiNya untuk berdoa kepada Allah seorang diri, secara pribadi. Tuhan Yesus mementingkan berdoa secara pribadi di tempat sepi untuk bertemu dengan Allah secara personal.
Selain menyepi, menyendiri, hal lain yang disebut kan dalam kutipan Injil hari ini adalah: “semalam-malaman” Ia berdoa kepada Allah. Tampak keistimewaan Tuhan Yesus di sini: begitu nyaman mengalami/menghayati kedekatan relasi personal dengan Allah. Tidak buru-buru.
Hal itu Tuhan Yesus lakukan pada malam sebelum Ia memilih keduabelas rasulNya, sebuah tugas yang harus Ia lakukan secara amat serius.
Panggilan dasar kita adalah mengikuti Tuhan Yesus. Hal ini antara lain berarti mengikutiNya sebagai pendoa:
*) mementingkan berdoa secara pribadi
*) di tempat yang sunyi, menyepi, menyendiri
*) tidak terburu-buru, menghayati relasi personal dengan Allah
*) menempatkan tugas penting dalam arus Kehendak Allah, sejalan dg kehendakNya.
Ya Tuhan Yesus, tuntunlah kami merasa nyaman dalam doa pribadi, hadir di hadiratMu yang kami yakin mengasihi kami. Amin.

