Berkat Sederhana
Seorang murid membersihkan daun-daun yang berserakan. Angin kencang menggugurkan daun-daun, menyebarserakkannya di halaman. Hampir seharian, murid itu bekerja menyapu dan mengumpulkan sampah. Lelah.
Rasa kantuk menyerang diri murid itu.
Ia tidur-tidur ayam di bawah pohon mangga yang berbuah lebat. Angin bertiup semilir membuatnya nyaman. Ia semakin nyaman.
Murid itu hampir terlelap dalam tidur yang pulas. Tiba-tiba, buah mangga sebesar genggaman anak menimpa kepalanya. Ia tersadar seketika. Sontak ia berteriak keras dan ngomel sekenanya.
Guru mengetahui kejadian itu. Dengan tenang, ia menghampiri muridnya. “Syukurlah…Hanya buah mangga muda yang masih kecil. Bayangkan jika pohon mangga itu yang roboh dan menimpa diri anda,” kata guru lirih kepada muridnya.***
Kadang-kadang Tuhan sembunyikan matahari, Dia datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan bertanya-tanya ke mana hilangnya matahari, rupa-rupanya Tuhan hendak memberi kita pelangi.
– Anonim

