KETIKA ORANG BAIK MENDERITA
Saya ingin menyelami pertanyaan yang pernah diajukan Harold S. Kushner: Mengapa orang baik mengalami penderitaan?
Pemikiran Kushner paling terkenal dalam bukunya When Bad Things Happen to Good People (1981). Buku ini lahir dari pengalaman pribadinya ketika putranya, Aaron, didiagnosis menderita progeria, penyakit langka yang menyebabkan penuaan dini dan akhirnya kematian pada usia sangat muda.
Kushner menghadapi pertanyaan:
Jika Tuhan itu baik dan Mahakuasa, mengapa Tuhan membiarkan orang baik mengalami penderitaan yang begitu berat? Sebagai orang Katolik saya sudah kenyang dengan ajaran Tuhan itu.Maha Kasih tetapi dalam kenyataan mengapa Dia membiarkan manusia didera penderitaan.
Menurut Kushner, kita sering menghadapi tiga kenyataan:
Tuhan itu baik.
Tuhan mengasihi manusia.
Tetapi Penderitaan dan kejahatan sungguh-sungguh nyata ada.
Kushner berpendapat bahwa kita tidak selalu dapat mempertahankan gagasan bahwa Tuhan Mahakuasa dalam arti Tuhan secara langsung mengendalikan setiap kejadian. Menurutnya, sebagian penderitaan merupakan bagian dari keterbatasan dan ketidakteraturan dunia.Tuhan bukan Maha Digdaya yang bisa menyelesaikan masalah manusia
Bagi Kushner, ketika seseorang mengalami penderitaan, pertanyaan yang lebih penting bukan:
“Mengapa Tuhan melakukan ini kepada saya?”
melainkan:
“Bagaimana saya dapat menghadapi ini, dan di mana saya dapat menemukan kekuatan untuk melewatinya?”
Dengan demikian, iman bukan terutama usaha untuk menemukan alasan mengapa penderitaan terjadi, tetapi menemukan kekuatan untuk hidup di tengah penderitaan.
” walaupun aku berjalan di lembah kelam aku tidak takut karenaTuhan bersamaku” ( mzm 23: 4)

