Menjamah Yesus dengan Iman yang Hidup
Oleh M. Unggul Prabowo
Renungan harian, Senin, 9 Februari 2026
Bacaan Injil: Markus 6:53–56
“Semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.” (Markus 6:56)
Saudara-saudara terkasih dalam Yesus Kristus,
Dalam Injil hari ini, kita melihat suatu gambaran yang sangat indah: ke mana pun Yesus pergi, orang-orang datang membawa mereka yang sakit dan memohon agar mereka diizinkan menjamah jumbai jubah-Nya. Mereka tidak meminta hal yang rumit. Mereka tidak menuntut mukjizat besar yang dramatis. Mereka hanya ingin menjamah-Nya. Dan Injil mencatat dengan sederhana namun penuh kuasa: semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Ada sesuatu yang sangat mendalam di sini. Kuasa penyembuhan itu bukan terletak pada jubah itu sendiri, melainkan pada iman orang-orang yang percaya kepada Yesus. Sentuhan itu adalah ungkapan iman. Mereka percaya bahwa Yesus adalah sumber kehidupan, harapan, dan pemulihan.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, kita juga sering mengalami “penyakit” yang tidak selalu terlihat secara fisik. Ada luka batin, kekecewaan, kecemasan akan masa depan, konflik keluarga, atau rasa lelah karena beban hidup. Banyak orang mencoba mencari kesembuhan melalui berbagai cara: hiburan, kesibukan, atau bahkan menjauh dari Tuhan. Namun Injil hari ini mengingatkan kita bahwa kesembuhan sejati dimulai ketika kita datang dan “menjamah” Yesus.
Bagaimana kita menjamah Yesus hari ini? Kita menjamah-Nya melalui doa yang tulus, melalui Ekaristi, melalui sabda-Nya, dan melalui iman yang sederhana namun hidup. Setiap kali kita membuka hati dan berkata, “Tuhan, aku percaya kepada-Mu,” kita sedang menjamah-Nya.
Sering kali, yang menjadi penghalang bukanlah jauhnya Tuhan, tetapi jauhnya hati kita. Tuhan selalu dekat. Ia selalu hadir. Namun kita kadang terlalu sibuk, terlalu mengandalkan diri sendiri, atau merasa tidak layak untuk datang kepada-Nya. Padahal, orang-orang dalam Injil hari ini datang dengan segala keterbatasan mereka—dan mereka mengalami mukjizat.
Yesus tidak berubah. Ia tetap Tuhan yang sama, yang penuh belas kasih. Ia masih ingin menyembuhkan, menguatkan, dan memulihkan kita. Yang Ia rindukan hanyalah iman kita—iman yang mau datang kepada-Nya, iman yang mau percaya, iman yang mau menjamah-Nya.
Hari ini, marilah kita bertanya dalam hati: apakah aku sungguh datang kepada Yesus? Apakah aku sungguh percaya bahwa Ia mampu memulihkan hidupku?
Jangan takut untuk datang kepada-Nya. Bahkan sentuhan iman yang kecil pun cukup untuk membuka pintu rahmat-Nya.
Doa : Tuhan Yesus, Engkau adalah sumber kehidupan dan kesembuhan kami. Sering kali kami datang kepada-Mu dengan hati yang lemah dan penuh beban. Ajarlah kami untuk memiliki iman yang sederhana namun teguh, seperti orang-orang yang datang menjamah jubah-Mu. Pulihkanlah luka hati kami, kuatkanlah harapan kami, dan dekatkanlah kami selalu kepada-Mu. Semoga dalam setiap doa, setiap Ekaristi, dan setiap langkah hidup kami, kami semakin mengalami kasih dan kuasa-Mu. Engkaulah Tuhan dan harapan hidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

