Pamer Adab

Pamer Adab


Antara Para Alumni Pesantren versus Trans 7


Sebenarnya sudah cukup lama kasus ini terjadi. Keadaan sudah mereda, namun masih ada beberapa video yang membahas hal tersebut berseliweran. Dominasi adalah pernyataan para alumni pesantren atau lulusan santri yang membela keberadaan dan budaya pesantren. Salah satu yang menarik untuk diulik adalah pernyataan mengenai adab. Beberapa pihak mengatakan karena mereka beradab, maka studio ini masih berdiri, kalau tidak sudah rata dengan tanah, kami punya adab meskipun tidak memiliki studio mewah, dan seterusnya.


Mirisnya, adalah di balik kata-kata punya adab, namun pada posisi lain, mereka juga menebarkan ancaman, intimidasi, kekerasan, dan mengatakan, kalau yang tidak pernah menjadi santri tidak usah komentar. Padahal mengatakan adab, namun gentian bereaksi berlebihan dan tidak terlihat juga beradab.
Kebiasaan standart ganda, dan berpikir biner. Standar ganda, ketika menyangkut pihak mereka, semua salah dan jika menyinggung mereka dianggap sebagai penistaan. Dan ketika mereka yang menista akan dikatakan sebagai dakwah. Hal ini selalu saja terjadi dan mengaku, kan hanya di forum khusus, padahal diupload di media sosial.


Pemikiran biner, jika dirinya benar, pasti pihak lain salah, padahal kebenaran dan kesalahan bisa ada di semua pihak. Tidak bisa sepasti kek ilmu matematika. Sering menjadi rebut adalah karena selalu berfikir biner, aku benar, pasti kamu salah.


Tidak demikian adanya. Di pihak lain juga pasti ada kemungkinan kebenaran, sebagaimana yang mereka yakini. Jika memiliki pola pikir demikian, pastinya akan saling menghargai, memberikan ruang diskusi dan juga pengertian untuk melihat nilai kebaikan.


Adab itu Sederhana
Mengaku beradab namun dengan mengancam mau menggorok leher, atau mengatakan, tidak boleh bicara, yang tidak pernah hidup di sana, apakah ini benar? Adab itu sederhana, tidak rumit. Membiarkan orang dengan pemikirannya, dan menerima apapun itu dengan rendah hati. Memangnya kalau sudah teriak gork leher, akan lebih mulia dan beradab begitu? Malah jadinya biadab.


Balas dendam, kemarahan, membela diri yang berlebihan, malah maaf, memperlihatkan adab yang belum belum tinggi. Padahal secara keilmuan, ketenaran, dan juga jabatan, mereka yang menanggapi hal-hal tersebut sama sekali tidak seharusnya berlaku demikian.


Belum Pernah Hidup di Ponpes, Jangan Komentar
Menarik, salah satu anggota dewan mengatakan hal tersebut. Lha bagaimana mereka-mereka ini, biasa bicara surga dan neraka, padahal mereka kan juga belum pernah hidup di sana. Bumerang. Apa yang mereka nyatakan sebagai reaksi itu malah menohok apa yang biasa mereka jadikan lahan bicara.
Padahal sederhana, jawab saja, terima kasih jika dipandang demikian, apa yang kami alami dan hidupi itu tidak seperti tayangan itu. Selesai, tidak berpolemik, dan itulah adab.

Terlalu banyak drama di negeri ini. Pandangan beda sedikit saja bisa jadi berkepanjangan. Sering hal yang remeh temeh.


Salam JMJ

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *